Moge Jepang – Sempat pelesir ke Negeri Matahari Terbit nonton langsung parade moge di Montegi Jepang tempo hari? Kalau kamu sempat datang pasti bisa tahu perbedaan biker tanah air dengan biker sana. Bukan Cuma bikernya saja tapi juga penontonnya.

Hampir semua penonton yang datang di Kota Motegi menunggang moge. Bahkan yang bikin kagum, lady biker disana kebanyakan naik Ducati Panigale V-4. Nah, kalau disini helm premium hampir pasti dipakai buat gaya-gayaan, disana justru riding suit ditaruh santai tanpa ada pengaman sama sekali.

Budaya Disiplin Tinggi

Negara manapun tidak ada yang meragukan kedisiplinan warga negara Jepang. Misalnya, disini kita sudah biasa melihat orang menerobos lampu merah, namun disana dianggap sangat aneh. Misalnya lagi kita buang sampah sembarangan, semua mata pasti tertuju pada kita. Jadi soal kultur budaya disiplin di Jepang memang tidak ada yang bisa menandingi.

Nah, budaya disiplin tinggi ini juga diusung dalam aktivitas apapun. Misalnya waktu nonton Motogp di Montegi, semua motor rela antri di jalur kiri, padahal jalur kanan kosong, sama sekali tidak ada kendaraan yang lewat. Mau sepanjang apapun mereka tetap rela antri. Kalau di Indonesia? Sudahlah, jangan ditanya lagi. Serobot sana serobot sini sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Pun demikian dengan karakter biker moge Jepang. Meskipun tunggangannya moge kelas 600cc – 1400cc, tidak ada dari mereka yang sok-sok-an, bleyer kanan bleyer kiri. Nggak ada yang over acting. Semua serba santai.

Karena disiplin tinggi, tingkat keamanan juga sangat maksimal. Misalnya riding gear kelas wahid diletakkan begitu saja tanpa pengaman. Jaket Taichi, Helm Arai, dan barang branded lainnya ditinggal begitu saja.

Barang-barang senilai 5 jutaan sampai 12 jutaan ditaruh mana saja aman. Kalau di sini, helm gratis bonus dealer saja bisa lenyap meski ditaruh setang motor.

Moge Orang Jepang, Apa Saja?

Modifikasi motor Jepang rada aneh-aneh. Meski begitu 95 persen yang mendominasi adalah moge. Moge Jepang memang bikin ngiler. Ada beberapa motor standar yang kadang ikut nimbrung di Sirkuit Montegi semacam Yamaha X-Max, Yamaha NMax, Honda Forza, Honda PCX, Suzuki Brgugaman 200, dan Honda Monkey. Selebihnya tentu saja moge kelas kakap semua.

Dari sekian ratus moge yang berjajar rapi, motor sport 2-tak NSR250 dan RGV250 paling menarik perhatian. Kedua motor yang bisa dibilang legendaris itu kondisinya masih mulus-mulus. Tentu owner yang lagi-lagi punya disiplin luar biasa sehingga koleksi motornya masih terawat dengan baik.

Pantas saja, ternyata saat pembayaran pajak tiap tahun motor harus diikutsertakan untuk dicek. Ada standarisasi untuk lolos atau tidak. Jika tidak memenuhi standar maka perpanjangan pajak pasti ditolak. Bagian dari kedisiplinan? Tentu saja.

Event sekelas parade moge Jepang pun budaya disiplin masih dibawa oleh para biker. Biker lokal kapan bisa seperti mereka? Atau mau tetap bikin geram dengan seolah menjadi raja jalanan? Yang suka lempar sampah seenaknya nggak peduli pengguna jalan lain?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here